Free Online PDF Editor

Posted January 17, 2009 by gandhim
Categories: IT

Tags:

Keputusan untuk tidak menggunakan perangkat lunak bajakan mendorong saya untuk lebih kreatif dalam mencari perangkat lunak alternatif yang gratis sebagai pengganti perangkat lunak berbayar.

Untuk kebutuhan dasar, seperti pengolahan dokumen, mengedit grafik, pemrograman, perangkat lunak alternatif yang saya perlukan sudah tersedia, tinggal unduh, install, dan gunakan.

Tapi sampai kemaren, saya belum menemukan perangkat lunak alternatif untuk mengedit file PDF (Portable Document Format), hingga akhirnya saya menemukan alternatifnya, bukan dalam bentuk perangkat lunak yang diinstal di komputer, tapi digunakan secara online.

Memang jadi ada keterbatasan dalam menggunakannya (harus terhubung ke Internet), tapi setidaknya sudah ada alternatif sementara.

Alasan Terjadinya Perang Dunia I

Posted January 16, 2009 by gandhim
Categories: History

Tags:

Akhir-akhir ini saya sedang suka menonton film dokumenter mengenai Perang Dunia I. Film dokumenter yang saya tonton adalah First World War yang terdiri dari 10 episode, masing-masing episode berdurasi sekitar 45 menit.

Saya mau share sedikit mengenai pemicu Perang Dunia I. Ternyata alasan terjadinya perang dunia I tidak begitu jelas. Awalnya adalah kebencian bangsa Serbia terhadap Astro-Hungary (sekarang menjadi dua negara, yaitu Austria dan Hungaria). Kebencian tersebut akhirnya terakumulasi dan mencapai klimaksnya pada pembunuhan Franz Ferdinand, calon pemimpin Astro-Hungary.

Astro-Hungary bereaksi keras, dan berencana menyerbu Serbia. Serbia meminta tolong kepada Rusia. Astro Hungary meminta dukungan terhadap Jerman (Jerman awalnya menduga bahwa Rusia tidak akan turut campur). Astro-Hungary mulai menyerbu Serebia. Ternyata Rusia membantu Serbia. Jereman mendeklarasikan perang terhadap Rusia. Perang terhadap Rusia, berarti perang terhadap Perancis, karena Rusia (pada saat itu) berteman dengan Perancis. Jerman, ingin mengganyang Perancis, tapi melalui Belgia. Inggris, yang saat itu sangat berteman baik dengan Perancis dan Rusia karena kepentingan ekonomi akhirnya mau tidak mau ikut membantu Rusia dan Perancis. Jerman akhirnya meminta pertolongan terhadap Turki (sementara Turki memiliki agenda sendiri). Turki diserang oleh Inggris yang juga meminta bantuan dari Australia dan New Zealand (karena kedua negara tersebut berakar dari Inggris), tapi Turki menang.

Dapat dilihat bahwa pemicu PD I sebenarnya tidak begitu “solid” tapi pada akhirnya banyak negara yang terlibat. Hanya demikian saja dulu yang bisa saya tuliskan, karena baru menonton sampai episode 4. Kapan-kapan akan saya lanjutkan (kalau ada waktu dan niat menulis ;p).

Moral of the story: Jangan buru-buru melibatkan diri dalam sesuatu sebelum mengetahui dengan jelas apa duduk perkaranya.

Apa Itu Marhori-hori Dinding?

Posted January 16, 2009 by gandhim
Categories: Batak

Tags: ,

Marhori-hori dinding adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Batak yang berdasarkan Kamus Elektronik Batak-Indonesia ver 1.0 (www.BatakToba.com) berarti “meraba-raba pada dinding mengenai anak kecil yang belajar berjalan)”.

Kata tersebut juga memiliki makna tersendiri dalam adat Batak, umumnya dalam rangkaian adat menjelang pernikahan. Pada awalnya adat ini biasanya dilakukan sebagai tahap awal keseriusan si laki-laki untuk menikahi si perempuan. Pada adat ini, biasanya si laki-laki disertai keluarga, dan umumnya hanya berisikan kegiatan “bertanya” apakah si perempuan siap menikah atau tidak.

Lama-kelamaan adat ini mengalami sedikit perubahan, yaitu tidak lagi hanya sekedar digunakan untuk menanyakan kesediaan si perempuan untuk menikah, tapi langsung membicarakan sinamot (emas kawin si perempuan). Sehingga adat marhusip yang biasanya digunakan untuk membicarakan sinamot jadinya “hanya” sebagai formalitas saja.

Kenapa tiba-tiba menulis ini? Sama sekali tidak ada hubungannya dengan rencana-rencana saya, hanya ingin berbagi saja. Kebetulan sedang mendalami adat Batak, jadinya dituliskan supaya bisa dijadikan referensi di masa mendatang. Oia, jangan sekali-sekali menggunakan adat ini sebagai alasan untuk cuti, terutama apabila umur masih sangat muda, dijamin tidak dikasih ;p

Selamat Natal 2008

Posted December 25, 2008 by gandhim
Categories: Blah, Christianity

Tags:

Melalui post ini saya mengucapkan:

SELAMAT NATAL 2008

Semoga damai dan sukacita Natal senantianya memberi pengharapan bagi kita semua.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Review Film: Mirrors

Posted December 24, 2008 by gandhim
Categories: Entertainment

Tags:

Sering menonton film seri Supernatural membuat saya jadi terbiasa dengan film horror ala barat (US), dan malah cenderung menganggap film-film horror ala barat yang ada sekarang ini belum ada yang bisa menandingi film seri Supernatural. Sebut saja film The Messengers sebagai contoh, bukannya merinding, tapi saya malah mengantuk menonton film ini.

Tapi agak berbeda ketika saya menonton film Mirrors yang mulai ditayangkan di bioskop akhir tahun 2008 ini. Awalnya saya sudah pesimis bahwa film ini akan membosankan. Akan tetapi saya salah, karena film ini sangat menarik untuk diikuti.

Walau jalan ceritanya sedikit bisa ditebak karena tipikal horror, tapi ada twist di akhir film, dimana pada akhirnya penyebab dari semua “kekacauan” yang awalnya diduga berasal dari mirror diketahui. Dan pemecahan dari “kekacauan” ini juga sedikit tragis (awalnya saya kira semua berakhir dengan baik). Akhir dari film ini juga membuat greget, bagi yang pernah menonton Silent Hill kira-kira begitulah ending dari film ini.

Saya merekomendasikan para penggemar film horror untuk menonton film ini, dijamin tidak seperti film horror sampah buatan Indonesia.

Kebaktian Malam Natal

Posted December 24, 2008 by gandhim
Categories: Christianity

Tags:

Berhubung kebaktian malam Natal di kebanyakan gereja HKBP di Bonapasogit dimulai pukul 19:30, dan tidak ada lagi angkutan umum ke dan dari Balige pada pukul tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk beribadah di HKBP Sitoluama.

Ini adalah kali pertama saya beribadah di HKBP Sitoluama, biasanya saya beribadah di HKBP Balige. Perbedaan yang mencolok dibandingkan HKBP Balige adalah tidak banyak koor di HKBP Sitoluama (tidak tahu apakah pada ibadah Minggu reguler juga seperti ini). Tidak ada perbedaan dalam hal tata ibadah, maklum biasanya ibadah di HKBP semuanya sudah standar. Akan tetapi, ibadah dibuka dengan kata sambutan, sesuatu yang seharusnya dialokasikan setelah acara ibadah berakhir, dan yang membuat kurang nyaman adalah kata sambutan sampai tiga orang.

Setelah kata sambutan, ibadah dimulai dengan menyanyi dari buku Ende, responsoria, lalu menyanyi kembali sambil mengumpulkan persembahan, lalu kotbah. Ya, kotbahnya dimulai awal sekali, karena setelah itu liturgi sebanyak 10 kelompok akan mengisi ibadah. Sebenarnya saya sudah ingin meninggalkan gereja setelah kotbah selesai, tapi setelah dipikir-pikir di rumah juga palingan “hanya” ngenet, akhirnya saya memutuskan untuk tinggal sampai acara berakhir.

Yah, karena acara liturgis menurut saya sedikit membosankan, saya mempergunakan waktu untuk membalas SMS ucapan selamat Natal yang sudah semakin banyak berdatangan ke HP saya.

Oia, kotbah tadi diambil dari Lukas 2:8-15. Pesan kotbah yang saya ingat adalah jadilah orang Kristen yang sungguh-sungguh menerapkan ajaran Yesus Kristus, dan bukan hanya sekedar Kristen “simbol”. Amien, semoga pesan kotbah malam Natal ini bisa benar-benar saya hidupi.

Selamat malam Natal untuk kita semua. Horas.

Review Buku: Komik Kambing Jantan

Posted December 23, 2008 by gandhim
Categories: Entertainment

Tags: ,

Komik ini dikarang oleh Raditya Dika, blogger aneh bin ajaib yang sebelumnya telah menerbitkan empat buku yang isinya tentu saja gokil bin bocor. Berhubung Raditya Dika “hanya” bisa nulis, maka ada orang yang bantuin dia untuk menggambar komiknya, dialah Dio Rudiman.

Cerita yang dimuat dalam komik ini belum pernah dipublikasikan oleh Raditya Dika, baik di blog nya maupung di buku-buku nya, jadi ceritanya benar-benar “fresh”. Ceritanya seperti biasa mampu memancing gelak tawa, intinya adalah pegalaman konyol Raditya Dika ketika belajar di Adelaide. Tapi gambar komiknya menurut saya terlalu ekspresif, jadi terkesan lebay. Mungkin karena ilustrator nya masih terpengaruh komikus Jepang yang memang ekspresi wajahnya sangat berlebihan.

Yang membuat buku ini agak susah dinikmati adalah karena gambarnya tidak memperhitungkan border tengah, sehingga gambar-gambarnya yang di bagian tengah buku sulit dibaca karena terlalu rapat. Kalau mengenai harga (Rp. 33.000,-) menurut saya cukup wajar, berhubung jumlah halamannya banyak, dan lagi, saya membelinya dari Toko Buku Gramedia yang sedang diskon 30%, jadi saya hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp. 23.000,-

Buat penggemar komik, tidak ada salahnya membaca buku ini. Hitung-hitung mendukung dunia per-komik-an Indonesia.